PENGGUNAAN XILANASE PADA PEMUTIHAN DISSOLVING PULP Acacia crassicarpa

Susi Sugesty(1), Teddy Kardiansyah(2*), Wieke Pratiwi(3)
(1) Balai Besar Pulp dan Kertas
(2) Balai Besar Pulp dan Kertas
(3) Balai Besar Bahan dan Barang Teknik
(*) Corresponding Author
DOI: http://dx.doi.org/10.25269/jsel.v5i02.80

Abstract

The use of xylanase in pulp bleaching process is intended to reduce chemicals consumption in pulp industry that still using chlorine compounds (chlorine dioxide), so the bleaching stage needs to be modified without reducing the quality of dissolving pulp. Dissolving pulp was produced from six-year-old Acacia crassicarpa as raw material by the Prehydrolysis-Kraft process, then the pulp was bleached with the ECF (elemental chlorine free) process using xylanase (X) and oxygen (O) as comparison at the early stage of bleaching. The sequences of process include X/ODEDED (xylanase or oxygen; chlorine dioxide; extraction-1; chlorine dioxide-1; extraction-2; chlorine dioxide -2). Results showed that the dissolving pulp with active alkali of 22%, sulphidity of 30%, the temperature of 165oC, and the ratio of 1:4 is the optimal condition. Cellulose content, viscosity and brightness were above 94%, 6.2 cP and 88% ISO, respectively.The dissolving pulp produced with the application of xylanase has better quality than the oxygen one, and meets the requirement according to Indonesia National Standard (SNI 0938:2010, pulp rayon).


Keywords: Acacia crassicarpa, xylanase, Prehydrolysis-Kraft, dissolving pulp, rayon pulp




ABSTRAK


Penggunaan xilanase pada proses pemutihan pulp dimaksudkan untuk mengurangi konsumsi bahan kimia yang digunakan selama ini di industri pulp, yang masih menggunakan senyawa klorin (klorin dioksida), untuk itu perlu dilakukan modifikasi pada tahap pemutihannya tanpa mengurangi kualitas dissolving pulp yang dihasilkan. Pembuatan dissolving pulp dilakukan menggunakan bahan baku kayu Acacia crassicarpa berumur 6 tahun dengan proses Prahidrolisa–Kraft, selanjutnya pulp diputihkan dengan proses ECF (Elemental Chlorine Free) menggunakan xilanase (X) dan oksigen (O) sebagai pembanding pada awal pemutihan dengan 6 tahapan proses, yaitu X/ODEDED (xilanase atau oksigen; klorin dioksida; ekstraksi-1; klorin dioksida-1; ekstraksi-2; klorin dioksida-2) dengan perlakuan oksigen sebagai pembanding. Hasil pembuatan dissolving pulp dengan alkali aktif 22%, sulfiditas 30%, suhu 165oC, rasio 1:4 adalah kondisi yang optimal. Kandungan selulosa, viskositas dan derajat cerah yang diperoleh masing-masing yaitu di atas 94%, 6,2 cP dan 88% ISO. Kualitas dissolving pulp hasil pemutihan dengan penambahan xilanase lebih tinggi daripada menggunakan oksigen dan memenuhi persyaratan spesifikasi SNI 0938:2010, pulp rayon

Kata kunci : Acacia crassicarpa, xilanase, Prahidrolisa-Kraft, dissolving pulp, pulp rayon

Full Text:

PDF

Article Metrics


Abstract view : 199 times
PDF view : 468 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 JURNAL SELULOSA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.