OPTIMISASI PRODUKSI ENZIM LAKASE PADA FERMENTASI KULTUR PADAT MENGGUNAKAN JAMUR PELAPUK PUTIH Marasmius sp. : PENGARUH UKURAN PARTIKEL, KELEMBAPAN, DAN KONSENTRASI Cu

Cornelius Damar Hanung(1*), Ronald Osmond(2), Hendro Risdianto(3), Sri Harjati Suhardi(4), Tjandra Setiadi(5)
(1) Program Studi Teknik Kimia – Fakultas Teknologi Industri - Institut Teknologi Bandung Gedung Labtek X, Jl. Ganesa 10, Bandung 40132, Indonesia
(2) Program Studi Teknik Kimia – Fakultas Teknologi Industri - Institut Teknologi Bandung Gedung Labtek X, Jl. Ganesa 10, Bandung 40132, Indonesia
(3) Balai Besar Pulp dan Kertas, Kementerian Perindustrian Jl. Raya Dayeuhkolot 132, Bandung 40258, Indonesia
(4) Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Institut Teknologi Bandung Gedung Labtek XI, Jl. Ganesa 10, Bandung 40132, Indonesia
(5) Program Studi Teknik Kimia – Fakultas Teknologi Industri - Institut Teknologi Bandung Gedung Labtek X, Jl. Ganesa 10, Bandung 40132, Indonesia
(*) Corresponding Author
DOI: http://dx.doi.org/10.25269/jsel.v3i02.45

Abstract

White rot fungi of Marasmius sp. is a fungus which produce laccase in high activity. Laccase is one of the ligninolityc enzymes that capable to degrade lignin. This ability can be used for the pretreatment of lignocellulosic materials in the bioethanol production. Laccase was produced in flask by batch process using Solid State Fermentation (SSF). The optimisation was conducted by statistically of full factorial design. The particle size, moisture content, and Cu concentration were investigated in this study. Rice straw was used as solid substrate and the glycerol was used as the carbon sources in modified Kirk medium. The results showed that particle size of rice straw did not affect significantly to the enzyme activity. The highest laccase activity of 4.45 IU/g dry weight was obtained at the moisture content of 61% and Cu concentration of 0.1 mM.

Keywords: laccase, Marasmius sp., optimisation, rice straw, solid state fermentation


 

ABSTRAK


Jamur pelapuk putih, Marasmius sp. merupakan jamur yang menghasilkan enzim lakase dengan aktivitas tinggi. Lakase merupakan enzim ligninolitik yang dapat mendegradasi lignin. Kemampuan ini dapat digunakan untuk proses pengolahan awal bahan lignoselulosa pada pembuatan bioetanol. Produksi lakase dilakukan dalam labu dengan modus batch menggunakan fermentasi kultur padat. Optimisasi produksi enzim lakase dengan metode fermentasi padat dilakukan dengan  rancangan percobaan faktorial penuh. Pengaruh ukuran partikel, kelembapan, dan konsentrasi Cu diuji dengan medium penyangga jerami dengan menambahkan gliserol dalam medium Kirk termodifikasi sebagai sumber karbon. Penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran jerami tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas enzim. Aktivitas enzim lakase maksimum terjadi pada saat kelembapan 61% dan konsentrasi Cu 0,1 mM dengan aktivitas enzim lakase/berat kering tertinggi mencapai 4,45 IU/g.

Kata kunci: lakase, Marasmius sp., optimisasi, jerami, fermentasi kultur padat

Full Text:

PDF

Article Metrics


Abstract view : 320 times
PDF view : 293 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 JURNAL SELULOSA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.