Karakteristik Kayu Jelutung (Dyera costulata) dari Hutan Tanaman Rakyat di Kalimantan Tengah

Wiwin Tyas Istikowati(1*), Budi Sutiya(2), Sunardi Sunardi(3), Daniel Itta(4), Dahlia Nuraini Pasaribu(5), Lisa Andriana Kristy(6)
(1) Forestry Faculty, Lambung Mangkurat University
(2) Forestry Faculty, Lambung Mangkurat University
(3) Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Lambung Mangkurat
(4) Forestry Faculty, Lambung Mangkurat University
(5) Forestry Faculty, Lambung Mangkurat University
(6) Forestry Faculty, Lambung Mangkurat University
(*) Corresponding Author
DOI: http://dx.doi.org/10.25269/jsel.v12i01.346

Abstract

Kayu jelutung (<i>Dyera costulata</i>) merupakan salah satu jenis tanaman endemik di Kalimantan yang mulai langka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik pertumbuhan kayu jelutung yang dibudidayakan oleh masyarakat di Kalimantan Tengah di lahan gambut. Pengolahan lahan dengan tanpa bakar menjadikan hutan tanaman rakyat (HTR) ini ramah lingkungan. Sebanyak 38 pohon jelutung dari 1 blok HTR diukur diameter dan tinggi pohonnya, selanjutnya dikelompokkan dalam kategori pertumbuhan cepat, sedang, dan lambat. Dari masing-masing kelompok diambil 1 pohon yang memenuhi persyaratan. Sampel setebal 2 cm diambil dari ketinggian 1,3 m dari permukaan tanah dan setiap 2 meter ke arah ujung pohon untuk pengukuran kadar air (KA), berat jenis (BJ), anatomi kayu, nilai turunan serat, dan kandungan kimia kayu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kayu jelutung memiliki BJ rendah dan serat pendek sehingga termasuk kelas 2 untuk pembuatan pulp dan kertas. Kandungan kimia kayu jelutung menunjukkan kandungan ektraktif larut alkohol benzena yang cukup rendah dan bisa digunakan sebagai bahan baku pulp dan kertas. Selain itu, kayu jelutung juga sesuai untuk digunakan sebagai bahan kayu lapis.

 

Characteristics of Jelutong Wood ((<i>Dyera costulata</i>) from Community Forest in Central Kalimantan

Abstract

Jelutong wood (<i>Dyera costulata</i>) is one of the endemic tree species in Kalimantan which is starting to become scarce. This research aims to analyze the growth characteristics of jelutong wood planted by the community in peatland in Central Kalimantan. Land processing without burning makes this community plantation forest environmentally friendly. Thirty-eight trees of jelutong from one block were measured diameter and three height, end then categorized to fast, medium, and slow-growing. One tree from each category was harvested. Two centimeters of the disk were collected from each harvested trees from a 1.3 meter height and continued every 2 meters to the peak of trees to measure water content, specific gravity, anatomical properties, derived wood, and chemical content of jelutong wood. From the analyses, jelutong has low specific gravity and short fibers, categorized into class two for pulp and paper raw materials. Extractive content in alcohol benzene from jelutong wood was low that preferable for pulp and paper. On the other hand, jelutong wood is suitable for plywood raw materials.

Keywords

jelutong; Dyera costulata; Anatomical properties; Chemical content; jelutong; karakteristik anatomi; kandungan kimia kayu

Full Text:

PDF

References

Badan Pusat Statistik (2021) Produksi kayu hutan (m3), 2018-2020. Available at: https://www.bps.go.id/indicator/60/167/1/produksi-kayu-hutan.html.

Barefoot, A. C., Ellwood, R. G. and Hitchings, E. L. (1964) ‘Wood characteristic and kraft paper properties of selected loblolly pines’, Tappi, 47(6), pp. 343–356.

Blanchet, P. and Breton, C. (2020) ‘Wood productions and renewable materials: The future is now’, Forests, 11(6), pp. 1–3. doi: 10.3390/f11060657.

Haque, M. A., Barman, D. N., Kim, M. K., Yun, H. D. and Cho, K. M. (2015) ‘Cogon grass (Imperata cylindrica), a potential biomass candidate for bioethanol: cell wall structural changes enhancing hydrolysis in a mild alkali pretreatment regime’, Journal of the Science of Food and Agriculture, 96(5), pp. 1790–1797. doi: 10.1002/jsfa.7288.

Hoadley, R. B. (2000) Understanding wood - A craftsman’s guide to wood technology, IAWA Journal. The Taunton Press USA.

Istikowati, W. T., Ishiguri, F., Aiso, H., Hidayati, F., Tanabe, J., Iizuka, K., Sutiya, B., Wahyudi, I. and Yokota, S. (2014) ‘Physical and mechanical properties of woods from three native fast-growing species in a secondary forest in South Kalimantan, Indonesia’, Forest Products Journal, 64(1–2), pp. 48–54. doi: 10.13073/FPJ-D-13-00069.

Istikowati, W. T., Aiso, H., Sunardi, Sutiya, B., Ishiguri, F., Ohshima, J., Iizuka, K. and Yokota, S. (2016) ‘Wood, chemical, and pulp properties of woods from less-utilized fast-growing tree species found in naturally regenerated secondary forest in South Kalimantan, Indonesia’, Journal of Wood Chemistry and Technology, 36(4), pp. 250–258. doi: 10.1080/02773813.2015.1124121.

Karlinasari, L., Nawawi, D. and Widyani, M. (2010) ‘Kajian sifat anatomi dan kimia kayu kaitannya dengan sifat akustik kayu’, Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati Dan Fisik, 12(3), pp. 110–116.

Lempang, M. (2016) ‘Sifat dasar dan potensi kegunaan kayu saling-saling’, Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 5(1), pp. 79–90.

Malan, F. S. and Gerischer, G. F. R. (1987) ‘Wood property differences in South African grown Eucalyptus grandis Trees of different growth stress intensity’, Holzforschung, 41(6), pp. 331–335. doi: 10.1515/hfsg.1987.41.6.331.

Manuhuwa, E. (2007) ‘Kadar air dan berat jenis pada posisi aksial dan radial kayu sukun (Arthocarpus communis, J.R dan G. Frest)’, Jurnal Agroforestri, 2(1), pp. 49-­55.

Martawijaya, A., Kartasujana, I., Kodir, K. and Prawira, S. A. (1981) Atlas Kayu Indonesia Jilid I. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan. Bogor.

Pertiwi, Y. A. B., Aiso, H., Ishiguri, F., Wedatama, S., Marsoem, S. N., Ohshima, J., Iizuka, K. and Yokota, S. (2017) ‘Effect of radial growth rate on wood properties of Neolamarckia Cadamba’, Journal of Tropical Forest Science, 29(1), pp. 30–36.

Pinna, L., Usman, F. H. and Yani, A. (2016) ‘Sifat fisik dan mekanik kayu jelutong (Dyera costulata Hook F.) yang didensifikasi berdasarkan suhu dan waktu kempa’, Jurnal Hutan Lestari, 4(2), pp. 151–162.

Prawirohatmodjo, S. (1997) Kimia kayu. Yogyakarta: Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (2008) Petunjuk praktis sifat-sifat dasar jenis kayu Indonesia. Indonesian Sawmill and Woodworking Association (ISWA).

Runkel, V. R. O. H. (1949) ‘About the production of pulp from wood of the genus Eucalyptus and experiments with two different Eucalyptus types* (Über die Herstellung von Zellstoff aus Holz der Gattung Eucalyptus und Versuche mit zwei unterschiedlichen Eucalyptus arten)’, Das Papier, 4, pp. 476–490.

Soetopo, R. S. (2005) Karakteristik industri pulp. Makalah pelatihan industri pulp. Bandung: Balai Besar Selulosa.

Sokanandi, A., Pari, G., Setiawan, D. and Saepuloh, S. (2014) ‘Komponen kimia sepuluh jenis kayu kurang dikenal: kemungkinan penggunaan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol’, Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(3), pp. 209–220. doi: 10.20886/jphh.2014.32.3.209-220.

Sugesty, S., Kardiansyah, T. and Pratiwi, W. (2015) ‘Potensi Acacia crassicarpa sebagai bahan baku pulp kertas untuk hutan tanaman industri’, Jurnal Selulosa, 2(1), pp. 21–32. doi: 10.25269/jsel.v5i01.75.

Suryandari, E. Y. (2008) ‘Analisis permintaan kayu bulat industri pengolahan kayu’, Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 5(1), pp. 15–26. doi: 10.20886/jpsek.2008.5.1.15-26.

Sutiya, B., Istikowati, W. T., Rahmadi, A. and Sunardi, S. (2012) ‘Kandungan kimia dan sifat serat alang-alang (Impreta cylindrica) sebagai gambaran bahan baku pulp dan kertas’, Bioscientiae, 9(1), pp. 8–19.

Suwarti, S., Soeaidy, M. S. and Suryadi, S. (2015) ‘Implementasi rencana pengelolaan dan pemanfaatan hutan desa di Kabupaten Gunung Kidul’, Reformasi, 5(1), pp. 195–203.

Tata, H. L., Bastoni, B., Sofiyuddin, M., Mulyoutami, E., Perdana, A. and Janudianto, J. (2015) Jelutung Rawa: Teknik budidaya dan prospek ekonominya. World Agroforestry Centre (ICRAF) Bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi, Balai Penelitian Kehutanan, Palembang.

Yahya, R., Sugiyama, J., Silsia, D. and Gril, J. (2010) ‘Some anatomical features of an Acacia hybrid, A. mangium and A. auriculiformis grown in Indonesia with regard to pulp yield and paper strength.’, Journal of Tropical Forest Science, 22, pp. 343–351.


Article Metrics


Abstract view : 33 times
PDF view : 24 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JURNAL SELULOSA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.