PENYISIHAN SENYAWA KLOROLIGNIN OLEH Phanerochaete chrysosporium DALAM BIOREAKTOR UNGGUN TERFLUIDISASI

Dwina Roosmini(1*), Wisjnuprapto Wisjnuprapto(2), Reski Dian Diniari(3), Junianti Roslinda(4)
(1) Kelompok Keahlian Teknologi Pengelolaan Lingkungan, FTSL - ITB
(2) Kelompok Keahlian Rekayasa Air dan Limbah Cair, FTSL – ITB
(3) Program Studi Teknik Lingkungan, FTSL-ITB
(4) Program Studi Teknik Lingkungan, FTSL-ITB
(*) Corresponding Author
DOI: http://dx.doi.org/10.25269/jsel.v42i2.188

Abstract

Chlorolignin compound in pulp and paper wastewater are toxic and mutagenic. The pulp and paper wastewater consisting chlorolignin are harmful if discharged to the receiving water without treatment. Biological treatment is an alternative to treat the chlorolignin. White rot fungi Phanerochaete chrysosporium with extra cellular enzyme are able to degrade chlorolignin. This study is conducted by using fluidized bed reactor to treat chlorolignin by using immobilized Phanerochaete chrysosporium. This study are intended to find the ability of  Phanerochaete chrysosporium in degrading chlorolignin in the range of concentration (0.05g/L; 0.1g/L; 0.2g/L; 0.3 g/L and 0.4 g/L). The molecular distribution of chlorolignin before and after treatment is measured by using High Performance Liquid Chromatography. This study showed that Phanerochaete chrysosporium are able to depolymerization high molecular chlorolignin to low molecular.

 

INTISARI

Senyawa klorolignin, yang terdapat pada air buangan industri pulp dan kertas, merupakan senyawa lignin yang terklorinasi. Senyawa ini bersifat toksik dan mutagenik dan akan sangat berbahaya bila langsung dibuang ke perairan tanpa mengalami pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan secara biologis merupakan alternatif yang tepat untuk mengolah klorolignin. Jamur Phanerochaete chrysosporium diketahui memiliki enzim ekstraseluler yang mampu mendegradasi senyawa aromatik tersebut. Pada penelitian ini digunakan bioreaktor unggun terfluidisasi sebagai tempat terjadinya reaksi. Pada penelitian dilakukan variasi konsentrasi klorolignin 0,05 g/L; 0,1 g/L; 0,2 g/L; 0,3 g/L; dan 0,4 g/L. Konsentrasi glukosa yang dipakai ialah konsentrasi dimana efisiensi penyisihan optimum, yaitu penyisihan lignin 62,02% dan warna 75,05%. Perubahan distribusi berat molekul klorolignin sebelum dan sesudah pengolahan diperiksa dengan menggunakan metoda kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jamur Phanerochaete chrysosporium mampu melakukan depolimerisasi senyawa klorolignin berat molekul tinggi menjadi senyawa-senyawa dengan berat molekul yang lebih rendah.

Keywords

chlorolignin; fluidized bed; pulp and paper; Phanerochaete chrysosporium

Full Text:

PDF

References

Christine, Evans., 1987 Lignin Degradation. Process Biochemistry. London.

Hendritomo, H.I., 1996. Perlakuan Air Buangan Terklorinasi Pada Industri Pemutihan Pulp/Kertas dengan Memanfaatkan Jamur Busuk Putih. Jurnal Alami Vol.1. Nomor 2.

Joyce, T.W. and Chang, H.M. Kinetics of Bleach Plant Effluent Decolorization by Phanerochaete chrysosporium. Journal of Biotechnology. Vol: 10. Page 67-76. Elsevier Publisher. 1989.

Ping, Zhou., and Shi He, Wang. 1994.Organic Matter Degradation Kinetics in Fluidized Bed Bioreactor. Elsevier Science Ltd.

Reynold, Tom D. 1982. Unit Operation and Processes in Environmental Engineering. Wadsworth, Inc. California.


Article Metrics


Abstract view : 55 times
PDF view : 28 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL SELULOSA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.