PENYISIHAN SENYAWA KLOROLIGNIN oleh Phanerochaete Chrysosporium dengan PENAMBAHAN JERAMI SEBAGAI CO-SUBSTRAT

Dwina Roosmini(1*), Sri Harjati Suharti(2), Kevin Triadi(3), Junianti Roslinda(4)
(1) Kelompok Keahlian Teknologi Pengelolaan Lingkungan, FTSL – ITB
(2) Sekolah Ilmu Teknologi dan Hayati - ITB
(3) Program Studi Teknik Lingkungan FTSL-ITB
(4) Program Studi Teknik Lingkungan FTSL-ITB
(*) Corresponding Author
DOI: http://dx.doi.org/10.25269/jsel.v42i1.181

Abstract

White rot fungi Phanerochaete chrysosporium strain BKM-F-1767 are known to have extra cellular enzyme that able to degrade chlorolignin. Previous study showed that high delignification ability of the fungi is not supported by dehalogenase processes. This study is done by using rice straw as carbon source for chloroklorolignin degradation. The study is conducted in batch culture with straw concentration of 3.2 g/L and 0.3 g/L for chloroklorolignin.  The straws are varies in form of powder and chips. The enzymes activity are identified in liquid, solid and SDS-PAGE.  By using SDS-PAGE the enzymes identified are molecular weight 42 kD and 29 kD which is indicating the occurrence of Klorolignin peroxidase (LiP) and active endoglucanse in 11th day.  Positive result from solid media showed that Phanerochaete chrysosporium has an ability to degrade high molecular chloroklorolignin through enzymatic mechanism resulting from secondary metabolism reaction in generating H2O2.


INTISARI

Jamur Phanerochaete chrysosporium strain BKM-F-1767 diketahui memiliki enzim ekstraseluler yang mampu untuk mendegradasi senyawa khloroklorolignin. Studi terdahulu  menunjukkan bahwa kemampuan delignifikasi yang tinggi oleh jamur ini tidak selalu didukung oleh proses dehalogenase. Selain itu, jamur sangat tergantung pada keberadaan glukosa sebagai co-substrat utama untuk pertumbuhan. Dengan penambahan jerami diharapkan konsentrasi glukosa dapat dikurangi karena keberadaan senyawa selulosa yang dapat dijadikan sumber karbon bagi jamur. Pada penelitian ini digunakan sistem kultur batch  dengan variabel tetap yaitu jumlah jerami sebesar 3,2 g/L dan substrat yang digunakan yaitu klorolignin dengan konsentrasi 0,3 g/L. Variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi co-substrat glukosa dan tipe perlakuan jerami yang berbeda yaitu potongan (chips) dan serbuk. Aktivitas-aktivitas enzim ekstraseluler diuji melalui media padat, cair, dan SDS- PAGE.  Percobaan dengan SDS-PAGE diperoleh enzim dengan berat molekul 42 kD dan 29 kD yang mengindikasikan adanya enzim LiP dan endoglucanase yang masih aktif hingga akhir hari ke-11. Hasil positif  yang diperoleh pada media padat menunjukkan bahwa jamur Phanerochaete chrysosporium memiliki kemampuan untuk mendegradasi senyawa klorolignin berat molekul tinggi melalui mekanisme sistem enzimatik yang dihasilkan oleh reaksi metabolisme sekunder dalam sistem generasi H2O2.

Keywords

Chlorolignin compound; Phanerochaete chrysosporium; LiP; rice straw; batch culture

Full Text:

PDF

References

Abramovitz, J and A Martoon., 199, Paper Cuts: Recovering the Paper Landscape. Worldwatch Institute Paper.

Barclay, C.D., G.F Farquhar, R. L. Legge., 1995, Biodegradation and Sorption of Polyaromatic Hydrocarbons by Phanerochaete chrysosporium. Applied Microbiology Biotechnology.Canada.

Diniari, R. Dian., 2000, Studi Penyisihan Senyawa Klorolignin oleh Phanerochaete chrysosporium dalam Biorekator Unggun Terfluidisasi.

Laporan Tugas Akhir Penelitian Departemen Teknik Lingkungan. ITB- Bandung.

Roosmini, Dwina., 2001, Biodegradasi klorolignin Berat Molekul Tinggi. Disertasi. ITB-Bandung.

Suhardi, Sri Harjati., 2000, Penggunaan Jamur White-Rot untuk Penghilangan Warna dan Deklorinasi Limbah Pulp dan Kertas: Immobilisasi Jamur White-Rot pada Reaktor Fluidised Bed (FBR). Laporan Hasil Riset RUT VI.


Article Metrics


Abstract view : 35 times
PDF view : 27 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL SELULOSA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.